Kamis, 28 Mei 2020

Tumbuhan Dikotil dan Monokotil


Nama : Denti Pristika Ningrum
NIM : 195090101111009
Kelas : Biologi A

TUMBUHAN DIKOTIL
NAMA SPESIES : Psidium guajava L.


NAMA LOKAL : Jambu Biji
DESKRIPSI

Jambu biji memiliki habitus berupa semak atau perdu dengan tinggi pohon mencapai 9 meter. Batang jambu biji memiliki batang muda yang berbentuk segi empat, sedangkan batang yang sudah tua berbentuk gilig dengan warna cokelat dan bertekstur keras. Batang jambu biji juga memiliki permukaan yang licin dengan lapisan kulit yang tipis dan mudah terkelupas, warna kulit jambu bagian dalam berwarna hijau. Tumbuhan jambu juga memiliki tumbuh batang tegak lurus dengan percabangan simpodial (Fadhilah, dkk. 2018)

Tumbuhan jambu biji memiliki struktur daun tunggal dan akan mengeluarkan aroma yang khas ketika diremas, kedudukan daunnya bersilangan dengan letak daun berhadapan, pertulangan daun menyirip. Bentuk daun pada tumbuhan jambu biji memiliki beberapa macam bentuk diantaranya yaitu bentuk daun lonjong, jorong, bundar dan juga telur terbalik. Bentuk daun ini di pengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan, bentuk daun yang banyak dijumpai yaitu bentuk daun lonjong (Fadhilah, dkk. 2018)

Bunga jambu  biji memiliki tipe benang sari polyandrous yang berarti benang sari saling bebas tidak berlekatan. Benang sari memiliki warna putih dengan kepala sari berwarna krem. Putik bunga jambu  bii berwanrna hijau dengan bentuk kepla putik yang bercuping (loped). Benang sari memiliki panjang antara 0,5–1,2 cm, dan berjumlah sekitar 180-600. Tipe perlekatan kepala sari terhadap tangkai sari berisat basifix yang artin ya perlekatan terdapat pada bagian pangkal kepala sari. Diameter bunga berkaitan dengan jumlah benang sari, semakin besar diameter bunga maka semakin banyak jumlah benang sari (Fadhilah, dkk. 2018)

Buah jambu biji memiliki tipe buah tunggal dan  termasuk tipe buah buni atau buah yang dagingnya dapat dimakan, Kedudukan bakal buah pada jambu biji adalah inferior (tenggelam) dengan tipe plasentasi bakal buah axile. Buah jambu biji memiliki kulit buah yang tipis dan permukaan nya halus sampai kasar. Bentuk buah pada varietas sukun merah, kristal dan Australia adalah bulat, bentuk buah dapat digunakan sebagai pembeda antar varietas, bunga jambu biji juga memiliki warna buah yang bervariasi. (Fadhilah, dkk. 2018)


Gambar 1. a) Daun Jambu Biji, b) Buah Jambu Biji, c) Batang Jambu Biji, d) Bunga Jambu Biji

DISTRIBUSI DI INDONESIA, MALEYSIANA, DAN DI DUNIA

Psidium guajava L. atau sering biasa kita sebut jambu biji ini merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Serikat Tengah, lalu penyebaran tanaman ini meluas ke kawasan Asia Tenggara dan ke wilayah Indonesia melalui Thailand.(fadhilah, dkk. 2018). Sedangkan di indonesia sendiri, Psidium guajava L tersebar di banyak daerah seperti jakarta, jawa tengah, DIY, Jawa timur, Bali, NTB, Kalimantan dan sumatera (Ulung & pusat studi, 2014)


PERANAN


Jambu biji memiliki berbagai macam peranan, seperti batang pohon nya dapat digunakan sebagai kayu bakar, daunnya dapat digunakan sebagai obat-obat an tradisional dan buah nya dapat digunakan sebagai bahan makanan seperti selai, kembang gula, setup buah, sari buah dan sirup. Tanaman jambu biji juga dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai jenis penyakit karena mengandung zat psiditanin, dan minyak atsiri eugenol (Hartoyo, 1998)

KLASIFIKASI

·         Kingdom : Plantae
·         Divisi : Spermatophyta
·         Kelas : Dicotylodenae
·         Ordo : Myrtales
·         Famili : Myrtaceae
·         Genus : Psidium
·         Spesies : Psidium guajava L. (Parimin, 2007)
REFERENSI

Fadhilah, A., Sri S., & Tumiur G. 2018 . Karakterisasi Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava L) di Desa Namoriam Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya.
Hartoyo, 1998. Teknologi Tepat Guna Sirup Jambu Biji. Kanisius. Jakarta

Parimin, 2007. Jambu Biji Budidaya. Penebar Swadaya. Jakarta
Ulung, G &  Pusat studi. 2014. Sehat Alami dengan Herbal: 250 Tanaman Berkhasiat Obat. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta






TUMBUHAN MONOKOTIL

NAMA SPESIES :     Carica papaya L

NAMA LOKAL :  Pepaya

DESKRIPSI

Tanaman pepaya merupakan tanaman herba menahun dengan tinggi mencapai 8m. Tanaman pepaya Dapat hidup pada ketinggian tempat 1m1.000m dari permukaan laut dan pada suhu udara  sekitar 22°C-26°C. Pada umumnya semua bagian dari tanaman baik akar, batang, daun, biji dan buah dapat dimanfaatkan (Pangesti, dkk. 2013). Akar Pepaya merupakan Akar dengan sistem akar tunggang (radix primaria), karena akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil, Bentuk akar bulat dan berwarna putih kekuningan (Agustina, 2017)

Bentuk batang pada tanaman pepaya yaitu berbentuk bulat, dengan permukaan batang yang memperlihatkan berkas-berkas tangkai daun, pepaya memiliki Arah tumbuh batang yaitu tegak lurus yaitu arahnya lurus ke atas. Permukaan batang tanaman pepaya yaitu licin. Batang tanaman pepaya memiliki batang berongga, umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, dan tingginya dapat mencapai 5-10 m (Agustina, 2017)

Semua bagian tanaman pepaya mengandung getah, daunnya tersusun secara spiral melingkari batang , lembaran daun bercelah-celah menjari. Daun nya bertangkai panjang, berkelompok pada pucuk kanopi. Daun yang telah tua akan menguning dan gugur meninggalkan bekas pada batangnya. Daun pepaya mempunyai bangun bulat atau bundar, ujung daun yang lancip, tangkai daun panjang dan berongga, Permukaan daun licin sedikit mengkilat. Dilihat dari susunan tulang daunnya, daun pepaya termasuk daun-daun yang bertulang menjari (agustina, 2017)

Tanaman pepaya mempunyai tiga jenis kelamin bunga, yaitu tanaman jantan, tanaman betina, dan tanaman sempurna.  Tanaman jantan hanya menghasilkan bunga jantan, tanaman betina hanya menghasilkan bunga betina (tanpa adanya serbuk sari),dan tanaman sempurna menghasilkan dua jenis bunga, yaitu bunga jantan dan bunga sempurna. Pepaya berbunga betina mempunyai bentuk buah bulat dan berbiji sedikit. Pada tanaman berbunga sempurna dapat ditemukan bunga sempurna dan bunga jantan. Morfologi bunga pepaya sempurna terdiri dari kelopak (calix), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik. Benang sari terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tangkai sari (filamentum), dan kepala sari (antera). (Budiyanti , 2016) Buah pepaya memiliki kulit yang relatif tipis, halus serta berwarna kekuning-kuning an  atau berwarna jingga ketika matang. Daging buah yang berwarna kekuning-kuning an sampai dengan warna jingga merah memiliki rasa yang manis, lembut dan sedap (Sriani & Ketty, 2009)

 

    
Gambar 2. a) Batang Pepaya, b) Daun Pepaya, c) Akar Pepaya, d) Bunga Pepaya, 
e) Buah Pepaya, f) Biji Pepaya


DISTRIBUSI DI INDONESIA, MALEYSIANA, DAN DI DUNIA

Pepaya (carica pepaya L.) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika tropis, Di Indonesia, tanaman pepaya dapat tumbuh dari dataran rendah sampai daerah pegunungan 1000 m dpl. Negara penghasil pepaya antara lain kosta Rika, Republik Dominika, Puerto Rika, dan lain-lain. Brazil, India, dan Indonesia merupakan penghasil pepaya yang cukup besar (Pangesti, dkk. 2013)

PERANAN

Tanaman Pepaya dapat di manfaatkan hampir keseluruhan bagian tumbuhan nya untuk keperluan kebutuhan. Buah dan daun pepaya dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai bahan makanan seperti manisab pepaya, saus pepaya, jeli dan berbagai macam masakan lainnya. tanaman pepaya juga dapat digunakan sebagai obat diantaranya obat cacingan, batu gnjal, obat luka, dan berbagai jenis obat lainnya (kharisma, 2017). Biji Tanaman pepaya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar minyak dan tepung, sedaqngkan getah pepaya dapat di gunakan untuk melunakkan daging, bahan baku industri farmasi, dan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik (Rahmat Rukmana, 1994)
KLASIFIKASI

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Cistales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica

Spesies : Carica papaya L. (Pangesti, dkk. 2013)
REFERENSI

Agustina, 2017. Kajian Karakterisasi Tanaman Pepaya ( Carica papaya L.)
di Kota  Madya Bandar Lampung. Skripsi. Urusan Biologi. Universitas Lampung.

Budiyanti, T. 2016). Mengenal Morfologi Bunga untuk Meningkatkan Kualitas Benih Pepaya. iptek hortikulturaNo.12

Kharisma, Y. 2017. Tinjauan Pemanfaatan Tanaman Pepaya dalam Kesehatan. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Islam Bandung

Pangesti, T., Ika Nur Fitriani, Firdiawan Ekaputra, dan Andi Hermawan. 2013. “SWEET PAPAYA SEED CANDY” ANTIBACTERIAL ESCHERICHIA COLI CANDY WITH PAPAYA SEED (CARICA PAPAYA L.). PELITA, Volume VIII, Nomor 2

Rukmana, R., 1994. PEPAYA, Budidaya & Pasca Panen. Kanisius. Majalengka


Sriani Sujiprihati , Ketty Suketi, 2009. Budi Daya Pepaya Unggul. Penebar swadaya. Bogor


 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar